Jembatan Rasa

terima kasih ibu, jembatan rasa, cinta sejati, keluargaGelapnya malam, tidak membuatku kehilanganmu
Tidak sulit bagiku untuk menginderamu, meski mata terpejam
Saat jarak bukan masalah, karena aku bermain dengan rasa
Dan itu bukan bayangan

 
Risau mu bisa menghentak batinku
Getarannya dahsyat tak terukur
Aku bagian dalam do’amu
Sebagaimana kau bagian dalam do’aku

Jika dan hanya adalah nestapa
Maka bersenandunglah bersama angin
Kau bisa temukan rasaku
Sebagaimana aku bisa merasamu disana.

——————–
JEMBATAN RASA
(Saat kangen dengan Ibu)

Edi Purnama

By edi purnama Posted in Puisi

Aku Kangen

Puisi rendra, puisi cinta, cinta, stoikLunglai – ganas karena bahagia dan sedih,…
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.

Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.

Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978

Karya: WS Rendra

Guardian Angel

Guardian Angel

By Leah West.

 

Little baby up in heaven says to God,

“Do I really have to go?”

God replies, “Yes, it’s your time to leave. But don’t you worry, you won’t be there alone. You see, there’s someone who’s been waiting for you. Quietly hoping and praying, for your sweet and safe arrival down on earth.”

Everyone is born with a Guardian Angel

On her wings she’ll let you soar

Higher than you thought was possible

She’ll love you and protect you like no other

And your Guardian Angel has a name…

You can call her…. MOTHER

As you grow and make your way on through the world

She’ll be a softer light to guide you on your way

Instilling bits of wisdom like arrows in your quiver

To help with all the challenges you’ll have to face

Rest assured that no matter where you are

You’ll be surrounded  by her love

A gentle support to help you keep your faith

You’re always in her hearth and who she’s thinking of

The sacrifices she will make

To put you first when everything’s at stake

All the love that she’s devoted

Until now you never noticed

She was showing you

How to be a Guardian Angel too

Aku Ingin Pulang…………

“Aku ingin pulang….” Pekiknya dengan keras. Entah apa yang membuatnya berteriak begitu. Bangkit dari tempat tidurnya, diam sejenak sambil memainkan kakinya. Benarkah dia ingin pulang? Pulang kemanakah yang dia maksud?.

“Paman, kalo paman ga pulang kasihan nenek dan kakek…kan mereka kangen sama paman” dibacanya kembali sms keponakannya dua hari yang lalu. Bangkitlah dia menuju kamar mandi yang menyatu dengan kamar tidurnya. waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

Jam 03.00 di dapatinya dirinya sedang tengadah di atas sajadah, menyampaikan bait-bait harapan pada Tuhan. “Ya Allah sayangilah bunda dan ayah…” itulah penggalan do’a yang dilantunkannya, entah dia ulang berapa kali kalimat itu…meneteslah air matanya.

12 tahun dia tinggal serumah sama bundanya, sewaktu duduk di bangku SD. Selepas itu, SMP dan SMA dia mulai indekos. Sesekali saja dia pulang kalau ada waktu libur. Beruntunglah orang tuanya mengajarkan untuk mandiri lebih awal dibanding kakaknya. Kelas 2 SD dia sudah mencuci pakainya sendiri, setiap akhir pekan harus membersihkan rumah dan pekarangan, baru setelah itu bisa main dengan temen-temennya. Setiap pagi selepas ngaji di mushola diisi dengan menyapu rumah dan pekarangn, menyiram bunga dan ngasih makan ternak peliharaannya. Itulah rutinitas menjelang berangkat sekolah. Berangkat sekolah tanpa uang jajan dan jalan kaki. Memasuki kelas 3 SD, dia mulai berjualan di rumahnya. Modalnya dia dapatkan dari hasil menjual bebek. Seekor bebek kecil yang dulu diberikan sama saudari ayahnya, yang sekarang sudah berkembang. Kelas 5 SD, dia mulai membawa sebagian dagangannya ke sekolah, menjajakannya ke setiap kelas menjelang masuk dan pada waktu istirahat. Senyumnya mengembang manakala dagangannya habis terjual, sambil melenggang pulang. Karena itulah dia sangat kecewa kalau sekolah sering libur, pendapatanya bisa berkurang. Walaupun begitu, bukan berarti akademiknya tidak dia perhatikan. Dia juara 1 tak terkalahkan selama 6 tahun di SD, dan meraih nilai ujian akhir tertinggi di sekolahnya.

Itulah  sebagian masa kecilnya. Dia bangkit dari sejadahnya, keluar kamarnya untuk membangungkan anak-anak yang lain.. “tok..tok..tok Ndri bangun, sahur..”

————-

Romadhon 1432 H / Agustus 2011

Al Wala’ dan Al Baro’


Mengenal
Al Wala’ dan Al Baro’

Al Wala’ secara bahasa berarti dekat, sedangkan secara istilah berarti memberikan pemuliaan penghormatan dan selalu ingin bersama yang dicintainya baik lahir maupun batin. Dan al baro’ secara bahasa berarti terbebas atau lepas, sedangkan secara istilah berarti memberikan permusuhan dan menjauhkan diri.

Wahai saudariku, ketahuilah bahwa seorang muslimah yang mencintai Allah dituntut untuk membuktikan cintanya kepada Allah yaitu dengan mencintai hal yang Allah cintai dan membenci hal yang Allah benci. Hal yang dicintai Allah adalah ketaatan terhadap perintah Allah dan orang-orang yang melakukan ketaatan, sedangkan hal yang dibenci Allah adalah kemaksiatan (pelanggaran terhadap larangan Allah) dan orang-orang yang melakukan kemaksiatan dan kesyirikan.

Oleh karena itu, hendaklah engkau wala’ terhadap ketaatan dan orang-orang yang melakukan ketaatan dan baro’ terhadap maksiat dan kesyirikan dan orang-orang yang mempraktekkannya.

 

Siapa yang Berhak Mendapatkan Wala’ dan Baro’ ?

  1. Orang yang mendapat wala’ secara mutlak, yaitu orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan di atas tauhid.
  2. Orang yang mendapat wala’ dari satu segi dan mendapat baro’ dari satu segi, yaitu muslim yang bermaksiat, menyepelekan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian yang diharamkan.
  3. Orang yang mendapat baro’ secara mutlak, yaitu orang musyrik dan kafir serta muslim yang murtad, melakukan kesyirikan, meninggalkan shalat wajib dan pembatal keislaman lain.

 

Sebagian Tanda Al Wala’

  1. Hijrah, yaitu pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan islami, dari lingkungan maksiat ke lingkungan orang-orang yang taat.
  2. Wajib mencintai saudara muslim sebagaimana mencintai diri sendiri dan senang kebaikan ada pada mereka sebagaimana senang kebaikan ada pada diri sendiri serta tidak dengki dan angkuh terhadap mereka.
  3. Wajib memprioritaskan bergaul dengan kaum muslimin.
  4. Menunaikan hak mereka: menjenguk yang sakit, mengiring jenazah, tidak curang dalam muamalah, tidak mengambil harta dengan cara yang bathil, dsb.
  5. Bergabung dengan jama’ah mereka dan senang berkumpul bersama mereka.
  6. Lemah lembut  dan berbuat baik terhadap kaum muslimin, mendoakan dan memintakan ampun kepada Allah bagi mereka.

 

Diantara Tanda Al Baro’

  1. Membenci kesyirikan dan kekufuran serta orang yang melakukannya, walau dengan menyembunyikan kebencian tersebut.
  2. Tidak mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin dan orang kepercayaan untuk menjaga rahasia dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang penting.
  3. Tidak memberikan kasih sayang kepada orang kafir, tidak bergaul dan bersahabat dengan mereka.
  4. Tidak meniru mereka dalam hal yang merupakan ciri dan kebiasaan mereka baik yang berkaitan dengan keduniaan (misalnya cara berpakaian, cara makan) maupun agama (misalnya merayakan hari raya mereka).
  5. Tidak boleh menolong, memuji dan mendukung mereka dalam menyempitkan umat Islam.
  6. Tidak memintakan ampunan kepada Allah bagi mereka dan tidak bersikap lunak terhadap mereka.
  7. Tidak berhukum kepada mereka atau ridha dengan hukum mereka sementara mereka meninggalkan hukum Allah dan Rasul-Nya.

 

Buah Al Wala’ wal Baro’

1. Mendapatkan kecintaan Allah

“Allah berfirman, “Telah menjadi wajib kecintaanKu bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku.” (HR. Malik, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim)

2 Mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari kiamat

Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku? Hari ini Aku lindungi mereka di bawah naunganKu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.” (Hadits Qudsi riwayat Muslim)

3. Meraih manisnya iman

‘Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman, hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.‘ (HR. Ahmad)

4. Masuk surga

“Tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai.” (HR. Muslim)

5. Menyempurnakan iman

“Barangsiapa yang mencintai dan membenci, memberi dan menahan karena Allah maka telah sempurnalah imannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Hadits Hasan)

 

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Al Wala’ wal Baro’

  1. Seorang muslimah yang memiliki orang tua kafir hendaknya tetap berbuat baik pada orang tua. Dan tidak diperbolehkan menaati orang tua dalam meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya.
  2. Diharamkan bagi muslimah untuk menikah dengan laki-laki kafir karena agama seorang wanita mengikuti agama suaminya.

 

—————

Maraji:
Loyalitas dalam Islam (Syaikh Sholeh Fauzan)
Al Wala’ wal Bara’ (Ustadz Afifi Abdul Wadud)

Antara saya, Sahabat, dan Kebiasaan-kebiasaan

Generasi yang unggul, sudah barang tentu melewati proses pembentukan yang unggul pula. Memulai kebiasaan-kebiasaan yang dapat menunjang pembentukan karakternya. Awalnya tentu terasa berat, namanya juga memulai… membuat kebiasaan-kebiasaan.

Hmm.. teringat bulan romadhon kemarin, ketika sedang jalan-jalan santai di lingkungan Kerto menuju kampus… santai karena sedang tidak ingin memikirkan yang berat-berat, melepas kejenuhan dan mencari inspirasi yang tidak ‘dipaksakan’. Tiba-tiba ada pesan singkat dari seseorang yang sudah dikenal, terkait permintaannya untuk mengisi kultum menjelang berbuka puasa di sebuah fakultas..

Ketika saya tanya, tentang materi apa yang harus disampaikan..?. dia menjawab, ‘Tafadol antm, pesertanya adalah mahasiswa baru’. jadi bingung apa yang harus dilakukan, bisa jadi dia mengatakan ‘tafadol’, karena acaranya akan dimulai sekitar 30 menit lagi. hmm… sebuah awalan menjadi pemateri dadakan, atau UGD (Ustadz Gawat Darurat).

Akhirnya, langkah kaki pun diarahkan ke tempat acara. sambil berfikir dalam perjalanan akan hal apa yang nanti disampaikan dalam rentang waktu berdurasi lebih dari 45 menit.. jalan-jalan santai yang direncakan pupus sudah..

“Temen-temen sekalian, kita harus bersyukur ditakdirkan oleh Allah bisa memasuki perguruan tinggi. kita semua tahu, bahwa hanya sebagian saja dari pemuda-pemudi indonesia yang punya kesempatan seperti kita…. itu yang pertama perlu kita sadari. kemudian yang kedua, berhati-hatilah dalam memilih kebiasaan-kebiasaan… karena hal itu akan membentuk siapa kita dikemudian hari. termasuk bersikap cerdas dalam memilih aktivitas-aktivitas yang akan menjadi kebiasaan kita…”

Kurang lebih, itu adalah penggalan kultum yang saya sampaikan. waktu itu saya menyampaikan kultum tanpa ada teks.

Sahabat-sahabat yang baik, saya jadi teringat ketika awal-awal masuk FORKALAM… smoga Allah memberi kebaikan kepada orang-orang yang ikut andil dalam proses ‘memasukkan’ saya kedalamnya. waktu itu sampai kurang lebih satu minggu form pendaftaran saya biarkan di dalam tas. hmm… kepada al Ukh, yang sudah memberi saya form, yang sampai sekarang pun saya tidak ingat nama dan wajahnya, yang saya ingat adalah kejadiannya… yaitu ketika pas OH (Open House) lembaga. dan kepada al akh, yang menyaksikan saya mengisi form tersebut dan menerimanya.. do’a dan kebaikan untuk kalian berdua.

‘Akhi, antm masuk departemen pembinaan.. ini ushbu ruhy untuk antm’

kata seorang al akh, sambil menyerahkan selembar kertas. hm.. terus terang saya kaget waktu itu, kaget pada 3 kata : ‘akhi’, ‘antm’, dan ‘ushbu ruhy’… saya tidak mengerti kata itu artinya apa. hmm… dunia baru saya seperti ini ternyata (pikir saya dalam hati…).

Saya tempel kertas ushbu ruhy tersebut di pintu lemari pakaian kosan saya.. dengan menempel disana, bisa sering-sering saya lihat.

Diawali dengan bismillah dan salam, perlahan kata-kata dalam ushbu ruhy tersebut saya baca. kata-kata indah dan menarik, tentang ukhuwah islamiyah… pertama kali saya dapat surat indah seperti itu. dan di ujung surat itu, yang berisi mengajak saya untuk memulai sebuah kebiasaan baru.. tentang sholat jama’ah, baca qur’an, qiyamul lail, dhuha, shoum, sedekah, dan silaturrohiim, lengkap dengan target harian dan pekanan. tagline di footer surat itu bertuliskan “Membina sepenuh hati” yang menjadi icon dari dept. pembinaan.

Seingat saya, awal ke malang saya tidak membawa al-qur’an… dan membeli qu’an kecil+terjemahannya di toko buku dekat ITN, harganya Rp 22.500.

“ya Allah, kuatkanlah untuk bisa menjalani kebiasaan-kebiasaan baru ini”, pintaku dalam sepenggal do’a kepada Tuhan.

Sahabat-sahabat yang baik, saya waktu itu tidak tahu fungsi dari kebiasaan-kebiasaan itu. dan saya menjalani kebiasaan-kebiasaan itu sebelum saya tahu alasannya kenapa anggota Forkalam diajak untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan itu. Malu dan merasa bersalah manakala dalam pertemuan pekanan ushbu ruhy nya tidak mencapai target.. rasanya ingin mengecil dan tidak terlihat oleh yang lain. Malu dan minder, manakala melihat temen-temen sekelompok yang terjaga sholat jama’ahnya, qiyamul lailnya rajin, dhuhanya istiqomah, apalagi ketika mendengar bacaan qur’annya begitu bagus…. duh, betapa sedihnya diri ini. yang membaca ‘alif’ saja masih sering terdengar salah… ”bukan alip akhi, tapi alif..” sambil mencontohkan cara membacanya.

Bersyukur kepada Allah yang mempertemukan saya dengan orang-orang baik, berada dalam sebuah komunitas atau keluarga yang penuh dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Teringat dengan kata-kata Ajip Rosidi (seorang sastrawan sunda) dalam sebuah artikelnya tentang kepemimpinan, beliau menjelaskan bahwa komunitas yang baik / sehat adalah tempat yang subur untuk menghasilkan pribadi atau pemimpin yang baik.. dan saya melihat hal itu pada komunitas ini. Alhamdulillah ya Allah…

Sahabat-sahabat yang baik, mari kita telaah sejenak tentang kebiasaan-kebiasaan yang sudah lama sahabat-sahabat lakukan, semoga istiqomah.. dan semoga saya ikut terbawa baik oleh sahabat-sahabat semua.

1. Shalat

Usahakan selalu shalat berjama’ah karena keutamaannya 27 kali lipat daripada shalat sendiri. bagi ikhwan (laki-laki), upayakan untuk shalat berjama’ah di masjid dan carilah shaf yang paling utama (paling depan). Selanjutnya sempurnakanlah dengan amalan sunnah, karena Allah amat mencintai orang yang bersegera melaksanakan amalan-amalan fardhu dan di sempurnakan dengan amalan sunnah. Disamping itu, jangan luput untuk mengerjakan shalat tahajjud. kalau kita bisa istiqomah setiap malam, Insya Allah urusan akan ada yang membimbing, kata-kata akan berbobot, kharisma akan muncul, do’a akan mustajab, dan akan semakin dicintai oleh Allah.

2. Sedekah

Tiada hari tanpa sedekah. jangan biarkan ada satu hari pun yang luput dari sedekah. Pastikan, setiap kita mendapat rezeki segera sisihkan untuk zakat atau sedekah dengan kuantitas yang terus meningkat. Lebih baik lagi kalau kita mencari lebih banyak uang untuk bersedekah, Insya Allah tak pernah miskin orang yang ahli bersedekah dengan tulus karena Allah.

3. Shaum

Sahum romadhon maupun shaum sunnah, seperti senin-kamis akan berdampak luar biasa bagi pengendalian diri, kesehatan, mustajabnya do’a, dan kedekatan dengan Allah. Apabila kita senantiasa istiqomah menjalankannya, niscaya kita akan tercengang dengan melimpahnya pertolongan Allah dalam hidup ini.

4. Membaca Al-Qur’an

Tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an. walau satu atau dua ayat, alhamdulillah bagi yang sudah istiqomah dengan 1 juz/hari. Ini akan mengakrabkan kita dengan Al-Qur’an dan semakin memahami aturan Allah, apalagi jika disertai dengan mempelajari dan memahami artinya. Koran saja sering kita baca, bagaimana mungkin ayat dari Yang Maha Pencipta enggan dibaca. ini sama halnya dengan seorang pemain film yang tidak membaca skenario, pasti permainannya akan kacau.

5. Dzikir

Berjuanglah sekuat tenaga untuk bisa berdzikir kepada Allah setiap waktu, karena tidak pernah ada yang menentramkan batin ini selain Allah. Bahkan, keinginan berbuat dosa pun akan jauh lebih terkendali jikalau kita terbiasa berdzikir. Mulailah segala perbuatan baik dengan membaca basmallah dan syukurilah nikmat sekecil apa pun dengan mengucap hamdallah. Bersegeralah bertobat bila tergelincir berbuat dosa, baik sengaja maupun tidak, besar ataupun kecil, nyata ataupun samar dengan memperbanyak istigfar. Biasakan terus menerus untuk bertobat agar selalu jernih dan bening hati ini. Jangan biarkan lisan ini nganggur kecuali diisi dengan dzikir, karena dzikir adalah ibadah paling mudah dan berkah.

Sahabat-sahabat yang baik, itu sedikit kebiasaan-kebiasaan baik, pernah di paparkan oleh Aa Gym dalam salah satu bukunya. Kebiasaan-kebiasaan ini semoga menjadi modal awal dalam menggapai pribadi yang baik.

Para sahabat, pahlawan, dan orang-orang yang menjadi buah bibir kebaikan sudah barang tentu mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik dan senantiasa istiqomah dilaksanakan.

Smoga tulisan ini menjadi amal baik bagi saya, dan para pembaca pun bisa menangkap sisi baik dari tulisan sederhana ini.

Terima kasih yang sebayak2nya pada semua pihak, dan sahabat-sahabat yang telah mejadi guru dalam perjalanan kehidupan saya, karena dengan sumbangsih mereka saya mendapat kebaikan dan keberkahan ditengah2 semuanya. Alhamdulillah ya Rabb….

—-

Edi Purnama

25 Nov 2010

Beja ti Angin

Beja ti Angin

Hiliwir angin ti sisi pasir

Ngadalingding lir anu keur gering

Mere tanda ka manusa pikeun waspada

Enggoning hirup di mayapada

Seahna tangkal awi kawas milu nyeri

Ngadenge beja anu karek nepi

Beja lain beja biasa

Da geus puguh buktina

Sora manuk ting ciricit

Ngabejaan baturna supaya ati-ati

Tina inceran manusa nu ngagalaksak

Ngaku dirina hiji panguasa

Unggal poe tatangkalan ngurangan

Leungit teuing kamana lesna

“Ku manusa” ceuk angina bari indit

Manusa nu teu boga harga diri

Stoik , Cianjur, 2005

By edi purnama Posted in Puisi