Generasi yang unggul, sudah barang tentu melewati proses pembentukan yang unggul pula. Memulai kebiasaan-kebiasaan yang dapat menunjang pembentukan karakternya. Awalnya tentu terasa berat, namanya juga memulai… membuat kebiasaan-kebiasaan.
Hmm.. teringat bulan romadhon kemarin, ketika sedang jalan-jalan santai di lingkungan Kerto menuju kampus… santai karena sedang tidak ingin memikirkan yang berat-berat, melepas kejenuhan dan mencari inspirasi yang tidak ‘dipaksakan’. Tiba-tiba ada pesan singkat dari seseorang yang sudah dikenal, terkait permintaannya untuk mengisi kultum menjelang berbuka puasa di sebuah fakultas..
Ketika saya tanya, tentang materi apa yang harus disampaikan..?. dia menjawab, ‘Tafadol antm, pesertanya adalah mahasiswa baru’. jadi bingung apa yang harus dilakukan, bisa jadi dia mengatakan ‘tafadol’, karena acaranya akan dimulai sekitar 30 menit lagi. hmm… sebuah awalan menjadi pemateri dadakan, atau UGD (Ustadz Gawat Darurat).
Akhirnya, langkah kaki pun diarahkan ke tempat acara. sambil berfikir dalam perjalanan akan hal apa yang nanti disampaikan dalam rentang waktu berdurasi lebih dari 45 menit.. jalan-jalan santai yang direncakan pupus sudah..
“Temen-temen sekalian, kita harus bersyukur ditakdirkan oleh Allah bisa memasuki perguruan tinggi. kita semua tahu, bahwa hanya sebagian saja dari pemuda-pemudi indonesia yang punya kesempatan seperti kita…. itu yang pertama perlu kita sadari. kemudian yang kedua, berhati-hatilah dalam memilih kebiasaan-kebiasaan… karena hal itu akan membentuk siapa kita dikemudian hari. termasuk bersikap cerdas dalam memilih aktivitas-aktivitas yang akan menjadi kebiasaan kita…”
Kurang lebih, itu adalah penggalan kultum yang saya sampaikan. waktu itu saya menyampaikan kultum tanpa ada teks.
Sahabat-sahabat yang baik, saya jadi teringat ketika awal-awal masuk FORKALAM… smoga Allah memberi kebaikan kepada orang-orang yang ikut andil dalam proses ‘memasukkan’ saya kedalamnya. waktu itu sampai kurang lebih satu minggu form pendaftaran saya biarkan di dalam tas. hmm… kepada al Ukh, yang sudah memberi saya form, yang sampai sekarang pun saya tidak ingat nama dan wajahnya, yang saya ingat adalah kejadiannya… yaitu ketika pas OH (Open House) lembaga. dan kepada al akh, yang menyaksikan saya mengisi form tersebut dan menerimanya.. do’a dan kebaikan untuk kalian berdua.
‘Akhi, antm masuk departemen pembinaan.. ini ushbu ruhy untuk antm’
kata seorang al akh, sambil menyerahkan selembar kertas. hm.. terus terang saya kaget waktu itu, kaget pada 3 kata : ‘akhi’, ‘antm’, dan ‘ushbu ruhy’… saya tidak mengerti kata itu artinya apa. hmm… dunia baru saya seperti ini ternyata (pikir saya dalam hati…).
Saya tempel kertas ushbu ruhy tersebut di pintu lemari pakaian kosan saya.. dengan menempel disana, bisa sering-sering saya lihat.
Diawali dengan bismillah dan salam, perlahan kata-kata dalam ushbu ruhy tersebut saya baca. kata-kata indah dan menarik, tentang ukhuwah islamiyah… pertama kali saya dapat surat indah seperti itu. dan di ujung surat itu, yang berisi mengajak saya untuk memulai sebuah kebiasaan baru.. tentang sholat jama’ah, baca qur’an, qiyamul lail, dhuha, shoum, sedekah, dan silaturrohiim, lengkap dengan target harian dan pekanan. tagline di footer surat itu bertuliskan “Membina sepenuh hati” yang menjadi icon dari dept. pembinaan.
Seingat saya, awal ke malang saya tidak membawa al-qur’an… dan membeli qu’an kecil+terjemahannya di toko buku dekat ITN, harganya Rp 22.500.
“ya Allah, kuatkanlah untuk bisa menjalani kebiasaan-kebiasaan baru ini”, pintaku dalam sepenggal do’a kepada Tuhan.
Sahabat-sahabat yang baik, saya waktu itu tidak tahu fungsi dari kebiasaan-kebiasaan itu. dan saya menjalani kebiasaan-kebiasaan itu sebelum saya tahu alasannya kenapa anggota Forkalam diajak untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan itu. Malu dan merasa bersalah manakala dalam pertemuan pekanan ushbu ruhy nya tidak mencapai target.. rasanya ingin mengecil dan tidak terlihat oleh yang lain. Malu dan minder, manakala melihat temen-temen sekelompok yang terjaga sholat jama’ahnya, qiyamul lailnya rajin, dhuhanya istiqomah, apalagi ketika mendengar bacaan qur’annya begitu bagus…. duh, betapa sedihnya diri ini. yang membaca ‘alif’ saja masih sering terdengar salah… ”bukan alip akhi, tapi alif..” sambil mencontohkan cara membacanya.
Bersyukur kepada Allah yang mempertemukan saya dengan orang-orang baik, berada dalam sebuah komunitas atau keluarga yang penuh dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Teringat dengan kata-kata Ajip Rosidi (seorang sastrawan sunda) dalam sebuah artikelnya tentang kepemimpinan, beliau menjelaskan bahwa komunitas yang baik / sehat adalah tempat yang subur untuk menghasilkan pribadi atau pemimpin yang baik.. dan saya melihat hal itu pada komunitas ini. Alhamdulillah ya Allah…
Sahabat-sahabat yang baik, mari kita telaah sejenak tentang kebiasaan-kebiasaan yang sudah lama sahabat-sahabat lakukan, semoga istiqomah.. dan semoga saya ikut terbawa baik oleh sahabat-sahabat semua.
1. Shalat
Usahakan selalu shalat berjama’ah karena keutamaannya 27 kali lipat daripada shalat sendiri. bagi ikhwan (laki-laki), upayakan untuk shalat berjama’ah di masjid dan carilah shaf yang paling utama (paling depan). Selanjutnya sempurnakanlah dengan amalan sunnah, karena Allah amat mencintai orang yang bersegera melaksanakan amalan-amalan fardhu dan di sempurnakan dengan amalan sunnah. Disamping itu, jangan luput untuk mengerjakan shalat tahajjud. kalau kita bisa istiqomah setiap malam, Insya Allah urusan akan ada yang membimbing, kata-kata akan berbobot, kharisma akan muncul, do’a akan mustajab, dan akan semakin dicintai oleh Allah.
2. Sedekah
Tiada hari tanpa sedekah. jangan biarkan ada satu hari pun yang luput dari sedekah. Pastikan, setiap kita mendapat rezeki segera sisihkan untuk zakat atau sedekah dengan kuantitas yang terus meningkat. Lebih baik lagi kalau kita mencari lebih banyak uang untuk bersedekah, Insya Allah tak pernah miskin orang yang ahli bersedekah dengan tulus karena Allah.
3. Shaum
Sahum romadhon maupun shaum sunnah, seperti senin-kamis akan berdampak luar biasa bagi pengendalian diri, kesehatan, mustajabnya do’a, dan kedekatan dengan Allah. Apabila kita senantiasa istiqomah menjalankannya, niscaya kita akan tercengang dengan melimpahnya pertolongan Allah dalam hidup ini.
4. Membaca Al-Qur’an
Tiada hari tanpa membaca Al-Qur’an. walau satu atau dua ayat, alhamdulillah bagi yang sudah istiqomah dengan 1 juz/hari. Ini akan mengakrabkan kita dengan Al-Qur’an dan semakin memahami aturan Allah, apalagi jika disertai dengan mempelajari dan memahami artinya. Koran saja sering kita baca, bagaimana mungkin ayat dari Yang Maha Pencipta enggan dibaca. ini sama halnya dengan seorang pemain film yang tidak membaca skenario, pasti permainannya akan kacau.
5. Dzikir
Berjuanglah sekuat tenaga untuk bisa berdzikir kepada Allah setiap waktu, karena tidak pernah ada yang menentramkan batin ini selain Allah. Bahkan, keinginan berbuat dosa pun akan jauh lebih terkendali jikalau kita terbiasa berdzikir. Mulailah segala perbuatan baik dengan membaca basmallah dan syukurilah nikmat sekecil apa pun dengan mengucap hamdallah. Bersegeralah bertobat bila tergelincir berbuat dosa, baik sengaja maupun tidak, besar ataupun kecil, nyata ataupun samar dengan memperbanyak istigfar. Biasakan terus menerus untuk bertobat agar selalu jernih dan bening hati ini. Jangan biarkan lisan ini nganggur kecuali diisi dengan dzikir, karena dzikir adalah ibadah paling mudah dan berkah.
Sahabat-sahabat yang baik, itu sedikit kebiasaan-kebiasaan baik, pernah di paparkan oleh Aa Gym dalam salah satu bukunya. Kebiasaan-kebiasaan ini semoga menjadi modal awal dalam menggapai pribadi yang baik.
Para sahabat, pahlawan, dan orang-orang yang menjadi buah bibir kebaikan sudah barang tentu mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik dan senantiasa istiqomah dilaksanakan.
Smoga tulisan ini menjadi amal baik bagi saya, dan para pembaca pun bisa menangkap sisi baik dari tulisan sederhana ini.
Terima kasih yang sebayak2nya pada semua pihak, dan sahabat-sahabat yang telah mejadi guru dalam perjalanan kehidupan saya, karena dengan sumbangsih mereka saya mendapat kebaikan dan keberkahan ditengah2 semuanya. Alhamdulillah ya Rabb….
—-
Edi Purnama
25 Nov 2010