Kalimat – kalimat Inspiratif dari Jalanan

kalimat inspiratif, jalan raya, stiker unik, gaya hidup

Anda pasti sering mendengarkan kalimat inspiratif akhir-akhir ini. Menjamurnya profesi motivator membuat saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan kalimat inspiratif dengan mudah. Para motivator ternama seperi Mario Teguh sering sekali menggunakan berbagai macam kalimat inspiratif dalam rangka memberi motivasi kepada pemirsanya. Cukup melihatnya para motivator di televisi atau mencarinya di internet, kita sudah bisa menemukan ratusan, bahkan ribuan kalimat inspiratif dengan tema yang beragam.

Kalimat inspiratif sering sekali digunakan untuk memberi tambahan semangat, kekuatan dan menggugah banyak orang untuk melakukan sesuatu yang selama ini mereka tidak sadari. Walau mungkin hanya berupa kalimat pendek, seringkali makna yang terkandung di dalamnya memiliki efek sangat kuat dan bisa mempengaruhi pemikiran kita dan orang banyak.

Tidak Semua Orang Mampu Membuat Kalimat Inspiratif

Walau terlihat tidak sulit, tidak semua orang mampu merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat inspiratif. Orang yang mampu membuatnya mengambil inspirasi dari pengalaman hidup mereka atau bisa juga cerita pengalaman orang yang lain yang menurutnya sangat berkesan. Pengalaman di sini bisa pengalaman pekerjaan, percintaan, keluarga dan masih banyak lagi. Manis atau pahit pengalaman yang mereka rasakan bisa menjadi inspirasi mereka dalam membuat kalimat inspiratif. Namun seperti yang sudah dibahas diawal, tidak semua orang mampu membuat pengalaman mereka menjadi kalimat inspiratif karena butuh pemikiran yang dalam dan jernih pula untuk merangkai kata menjadi kalimat inspiratif.

Kalimat Inspiratif Tidak Perlu Panjang

Kalimat inspiratif harus panjang? Tidak juga. Tidak perlu menggunakan banyak kata untuk merangkainya menjadi kalimat inspiratif. Kalimat pendek namun sarat makna juga seringkali mampu memiliki dampak yang sangat kuat bagi orang lain yang mendengar atau membacanya. Di lain sisi, kalimat yang panjang juga belum tentu bisa menginspirasi orang banyak.

Kalimat Inspiratif Karya Michael Pecirno

Dengan tujuan memberi kebahagian kepada semua orang, seorang desainer Michael Peccino, menaruh plang (plakat) berisi kalimat  inspiratif di pinggir jalan. Setiap orang yang melewati jalan tersebut pasti bisa dengan mudah melihat dan terinspirasi dengan kalimat inspiratif tersebut. Desainer tersebut mulai menaruh plakat berisi kalimat inspiratif tersebut sejak tahun 2011.

Awalnya ia hanya menempelkan plakat tersebut di tiang lampu pinggir jalan, lalu tanda parkir dan tiang-tiang lain yang ia temui si sepanjang jalan kota Chicago. Banyak orang yang melihat plakat ini menjadi tersenyum karena membaca kalimat inspiratif karya Michael Pecirno tersebut. Plakat yang dibuat oleh Michael Pecirno juga didukung oleh Billboard Art Project, sehingga mampu meraih pemirsa yang lebih luas.

Dengan plakat sederhana berisi kalimat inspiratif tersebut Michael Pecirno sudah mampu membuat banyak orang terinspirasi dan membantu hidup orang banyak untuk lebih semangat dan lebih optimis menghadapi hidup di zaman modern ini.

FunFact: Menurut sebuah penelitian, orang yang melakukan 3 kebaikan setiap hari kemungkinan besar akan berhasil menurunkan kadar depresi. Hal ini karena saat Anda melakukan kebaikan, otak akan melepas hormon bahagia dan hormon yang menekan stres. Sehingga Anda merasa lebih baik dan bahagia. Mari contoh Michael Pecirno yang selalu menebar kebahagiaan dengan kalimat inspiratifnya.

Sumber: http://www.duniaprofesional.com/inspirasi/hidup/kalimat-kalimat-inspiratif-dari-jalanan/

Hidup dikejar dengan pertanyaan…

Kalo sudah besar nanti, kamu mau jadi apa nak?…

Sepertinya kita sebagai manusia, tidak akan pernah terlepas dari pertanyaan…karena itu adalah kehidupan. Mungkin kita merasa jenuh dan bosan ketika pertanyaan itu sangat sering dilontarkan dan sensitif dengan kita. Saya sendiri pernah mengalami, dan sampe sekarang. Dulu waktu masih belum selelsai kuliah, ibu sering bertanya..”Berapa lama lagi kuliahnya?”, karena anaknya kuliah lamaa sekali…hehe. Selain keluarga, temen-temen dan adik tingkat juga sering bertanya hal itu, “Kapan lulus mas? … Kapan skripsinya selesai?.. Kapan seminar? … Kapan ujian kompre?”

Lama-lama saya pun menjadi sensitif dengan pertanyaan-pertanyaan itu, Bosan..Menjemukan dan menghindarinya. Sehingga saya pun berusaha sekuat tenaga untuk mengakhiri pertanyaan itu. Alhamdulillah lulus.. saya merasa lega, bisa terbebas dari jeratan pertanyaan yang menyiksa. Apakah sudah berakhir? ternyata tidak sobat. Ketenangan itu hanya berlangsung sementara. Sekarang pertanyaan itu berganti,

“Kapan Menikah?”

“Bekerja dimana?”

“Mencari kerja atau lanjut S2?”

dan lain-lain..

Saya rasa anda pun merasakan hal yang tidak jauh berbeda, pertanyaan-pertanyaan itu terus mengikuti. Ya..karena itulah kehidupan. Bahkan, sudah mati pun kita masih tetap dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan di Mahkamah Tuhan dan Para Malaikat.

Pertanyaan yang disampaikan oleh rekan, teman, sahabat, dan keluarga kita merupakan satu bentuk perhatian mereka atas kehidupan kita. Bukankah kita juga seperti itu?.

Semangat pagi sobat

Salam sukses

To be dan To have…

Kalo anda saya tanya, apa tujuan anda kuliah?

Kira-kira apa jawaban anda…? Mungkinkah anda menjawab sebagai berikut:

1. Karena disuruh oleh orang tua

2. Karena tidak tahu harus ngapain, kerja belum bisa…maka ya kuliah

3. Karena temen-temen saya pada kuliah

4. Karena tuntutan pacar atau calon mertua yang mensyaratkan menantunya harus sarjana

5. Atau karena anda mengharapakan sebuah pekerjaan yang layak untuk kehidupan anda, dan dengan kuliah di jurusan yang strategis maka peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus semakin besar

6. Atau bisa jadi, karena anda ingin semakin pintar

7. Dan apa lagi ya…? (silahkan tulis sendiri)

Apa pun alasan anda, saya tetap harus mengapresiasi. Tabiat kita sebagai manusia adalah diberi kecenderungan untuk memiliki sesuatu, itu yang saya maksud To Have. Bahkan ada yang kecenderungan memilikinya berlebihan, sehingga disebut serakah. Dan di Indonesia orang-orang serakah itu tidak sedikit jumlahnya. Kita bisa melihat setiap hari melalui berita di TV, temanya tidak pernah berubah : kasus korupsi, pencurian, pembunuhan. Apa itu juga karena To Have? Rasa keinginan memiliki yang luar biasa.

Kita juga pasti punya keinginan kan?… pingin punya rumah, mobil, perhiasan, gadget terbaru, baju baru, sepatu baru, istri baru barangkali…hehe. Its Oke, itu tidak masalah.

Namun saya ingin menawarkan bahwa sebelum To Have, sebelumnya ada To Be.. yaitu yang saya maksud dengan “menjadi” atau “memantaskan diri”.

Jadi ketika anda punya To Have, maka jangan lupakan bahwa anda juga harus punya To Be.

Ketika anda punya keinginan untuk punya mobil, itu adalah To Have…maka supaya tercapai To Have anda (yaitu punya mobil), action yang harus anda lakukan adalah To Be. Anda memantaskan diri untuk layak memiliki mobil. Anda bekerja dengan baik, penuh produktivitas dan prestasi, maka To Have itu akan mengikuti anda.

Ada ungkapan bahwa, “fasilitas eksekutif hanya akan diterima oleh orang yang bermental eksekutif juga”. Sehingga tanyakan pada diri kita, layak kah kita memiliki semua itu? Pantaskah. Kejarlah keinginan anda untuk memiliki sesuatu itu dengan usaha menjadikan anda pantas untuk memiliki itu. Kira – kira seperti itulah pola pikirnya sobat.

Dalam Islam, sebagai penganut yang baik sudah barang tentu punya keinginan untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan masuk ke SurgaNya. Itu memang yang dianjurkan. Namun apakah setelah punya keinginan itu lalu kita diam saja? Tidak kan.. Namun kita harus berjuang keras dalam rangka memantaskan diri agar Allah SWT ridho dan memasukannya ke Surga. Itu adalah To Be, Proses memantaskan diri agar To Have mau bersanding dengannya.

Semangat Pagi kawan

Mari kita berjuang memantaskan diri, agar impian-impian yang sudah dicatat mau bersanding mesra dengan kita.. Aamiin

1 hari 1 tulisan…

Menulislah setiap hari.

Tuangkanlah gagasan dan ide-idemu dalam bentuk tulisan, lalu publikasikan..semoga akan banyak orang yang mendapatkan inspirasi dan pencerahan dari tulisanmu.. kalo itu baik, apa tidak menjadi suatu kebaikan?

Setelah cukup lama vakum tidak menulis di blog, saya menemukan gairah kembali untuk menulis gara-gara membaca bukunya pak Jamil Azzaini…mantap sekali sobat, saya pun menjadi terinspirasi olehnya.

Bagi saya, menulis bisa menjadi obat untuk mengobati kejenuhan. Menulis juga membuat saya bisa menjadi apa pun yang saya inginkan…Bagaimana dengan anda? mungkin anda punya sensasi tersendiri..its Ok.

Bahkan katanya, dengan menulis kita bisa mendapatkan beberapa manfaat..diantaranya adalah:

1. Mencegah kepikunan

Tentu anda tidak ingin kan disebut sebagai orang pikun sebelum waktunya?, maka rajinlah menulis..

2. Membuat Jejak

Anda pasti tidak ingin kan cepat dilupakan oleh sejarah?, maka buatlah “jejak”. Mungkin dikemudian hari ketika keturunan anda mencari profil anda, mereka bisa menemukannya dengan mudah, baik itu di internet atau di buku-buku. Orang-orang dulu juga kan biasa membuat prasasti. Karena itu buatlah jejak sejarah yang baik tentang anda.

3. Media Ide dan Dakwah

Ini penting sobat… apalagi jika anda termasuk dalam kelompok orang-orang langka, alias yang punya otak bagus. Anda bisa menyampaikan ide dan gagasan anda tentang kehidupan, lingkungan, sosial, politik, kemasyarakatan, de el el.. Luar biasa kan!. Apalagi jika anda sebagai juru dakwah, maka nasehat dan ceramah-ceramah anda bisa ditulis dan memungkinkan untuk dibaca oleh banyak orang, bahkan lintas generasi. Insya Allah ini merupakan salah satu wasilah kebaikan.

Disamping tiga manfaat di atas, tentu masih banyak manfaat lain yang bisa diperoleh dari aktivitas menulis. Padahal awalnya menulis sebagai iseng-iseng, eh…taunya jadi keenakan dan ga bisa berhenti menulis. :D

 

Siapa yang peduli denganmu…?

Siapa yang peduli denganmu…? Kalo bukan kamu sendiri

Siapa yang peduli dengan mimpimu…? Kalo bukan kamu sendiri

Siapa yang peduli dengan masa depanmu…? Kalo bukan kamu sendiri

Siapa yang peduli dengan … (Silahkan isi sendiri) …? Kalo bukan kamu sendiri

Edi Purnama Stoik, Sobat, tanggung jawab

So, Kitalah yang bertanggung jawab akan diri kita sendiri. Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti pelatihan kerja Basic Technical For Technician… di Trakindo Training Center. Selain belajar mengenai alat berat, kita juga dapat “Bintalsik”, yaitu pembinaan mental dan fisik yang ditangani sama tim dari Brimob (serem ga sih….:) ).

Ada salah satu pembina kita dari Brimob yang punya kalimat sakti (hehehe….), ini kalimat sering diulang-ulang sama pembina ketika pelaksanaan apel…baik apel pagi dan malam. Kamu mau tahu kalimat apa itu?, ini dia:

“Setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri”… Kami semua sudah khatam di luar kepala kalimat itu, saking seringnya kalimat itu diulang-ulang sama pembina. Kalo mau ditelaah, kalimat itu punya pesan yang dalam. Dalam Al Qur’an Allah SWT menegaskan,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…(Q.S At Tahriim: 6)”

Nah, jelaskan siapa yang harus bertanggung jawab atas diri kita?…ya kita sendiri. Bahkan di ayat di atas, kita juga harus bertanggung jawab atas keluarga kita, bokap, nyokap, abang, mba, adek, de el el…seabreg semuanya..

Oke, semangat sahabat untuk bertanggung jawab atas diri sendiri dengan semua mimpi dan masa depannya…serta keluarganya.

Berjuanglah, supaya diri kita terbebas dari neraka. Terbebas dari kebodohan, terbebas dari sifat jelek (tidak jujur, sombong, tidak baik hati, dan tidak rajin menabung…lho? ).

Semangat Pagi Sobat.

Bermimpilah…

Bermimpilah… dan rawatlah..

Mungkin banyak orang yang tidak tahu akan mimpimu, karena itu maka CATAT dan CERITAKANLAH mimpimu pada orang-orang. Supaya orang lain mengetahui akan mimpimu, siapa tahu mereka akan membantu dan mendo’akanmu..Itu bagus kan???.

Edi purnama stoik, Mimpi, bermimpilah, visi, misi, dakwah, cinta, kerja, harmoni

Seperti itu pula yang dinasehatkan sahabat saya, ketika kami bercengkrama via telepon genggam.. Ceritakanlah mimpimu!!! 

 

Katanya, mimpi yang bagus itu setidaknya memenuhi 3 kriteria. Bagaimana dengan mimpi-mimpimu??? Mari kita cek bersama.

Pertama, ada manfaat yang dapat kamu rasakan ketika mimpi itu tercapai. Rasanya ini hal wajar ya… masak kita capek-capek mengejar mewujudkan mimpi..lha terus tidak ada manfaatnya bagi kita sendiri. Sekarang coba renungkan dari semua mimpi-mimpi kamu itu, kemudian kamu tanyakan pada dirimu sendiri: “Jika mimpi saya ini terwujud, manfaat apa yang bisa saya dapatkan?”. Semakin banyak manfaat yang bisa diberikan, maka kamu akan semangkin bersemangat dalam menggenggam dan mewujudkan mimpi tersebut.

Kedua, selain manfaat yang dapat kamu rasakan secara pribadi (atau efek pribadi dari mimpimu) juga manfaat apa yang bisa diberikan bagi orang sekitar kamu, jika mimpimu itu terwujud. Dari sini akan terlihat seberapa luas efek mimpi pada orang lain. Kalau misalnya tidak ada efek sosialnya, berarti mimpimu itu masih sangat egois… Its Oke sih.. tapi alangkah lebih kerennya jika ada manfaat sosial dari terwujudnya mimpimu. Misalnya, apa

manfaat mimpi saya jika terwujud bagi keluarga?..bagi istri, suami, anak, orang tua, atau bagi masyarakat luas…!

Ketiga, ini cukup penting..dan menurut saya paling penting. Sebagai insan Tuhan, maka sudah seharusnya mimpi kita itu mampu mengantarkan kita pada kebahagiaan di negeri akhirat. Sehingga tidak menjadi sia-sia semua mimpimu yang diupayakan setengah mati itu.. Kita tahu, hidup di dunia ini paling-paling sekitar 80an tahun. Sementara setelah itu bagaimana?. Jadi…buatlah mimpimu itu yang bisa memberikan manfaat secara pribadi juga lingkungan, serta mampu mengantarkanmu pada kebahagiaan di kehidupan selanjutnya… Insya Allah.

Semangat Pagi Kawan..

Jembatan Rasa

terima kasih ibu, jembatan rasa, cinta sejati, keluargaGelapnya malam, tidak membuatku kehilanganmu
Tidak sulit bagiku untuk menginderamu, meski mata terpejam
Saat jarak bukan masalah, karena aku bermain dengan rasa
Dan itu bukan bayangan

 
Risau mu bisa menghentak batinku
Getarannya dahsyat tak terukur
Aku bagian dalam do’amu
Sebagaimana kau bagian dalam do’aku

Jika dan hanya adalah nestapa
Maka bersenandunglah bersama angin
Kau bisa temukan rasaku
Sebagaimana aku bisa merasamu disana.

——————–
JEMBATAN RASA
(Saat kangen dengan Ibu)

Edi Purnama

By edi purnama Posted in Puisi